Apakah malam?

Menurutku…
ketika matahari tenggelam
ketika langit menghitam
ketika bintang mulai bersinar
dan aku memuja malam

Menurutku…
ketika pesta-pesta digelar
ketika botol-botol anggur ditenggak
ketika waria turun ke jalan
dan aku menagih akan malam

Menurutku…
ketika pangeran berkuda putih datang
ketika kata-kata cinta diucapkan
ketika mawar merah dikirimkan
dan aku menanti malam

Malam itu indah
Malam itu gemerlap
Malam itu romansa

Apakah malam?

Jakarta, 10 Maret 2008

Tarif xl 0,0000000000000000000000000000001/dtk,,, g d nyoba 1 jem cm 600 perak k op laen gilaaaaa”
” Backingan dana xl seanjing”. im3 cemen. Salam Super.”

Itulah cuplikan sms temen gua dan balasannya. Gua sih belom ngitung dan observasi, tapi dari analisis cetek gua dan blog yang gua baca, emang xl dalam banyak kemungkinan jauh lebih murah dari im3. Gua nyerah dah dengen bodohnya bela”in im3. Dari awal gua dapet sms promosi 0,01 aja sebenernya keliatan kalo sebenernya xl lebih murah. Apalagi sejak gua tau kelicikan rotasi tarif 90 detik ke non-indosat.
Seminggu yang lalu gua dapet forwardan message lewat ym soal promo xl mulai 5 maret, dan itu bener” gila banget. Gua nyaris ga percaya. Tapi ternyata itu bener adanya. Kemaren jalan” mulai penuh umbul-umbul promo xl. Edan.
Namun apa yang im3 perbuat? Hari ini di koran Sindo cuma muncul iklan yang menyindir sistem tabel-tabelan. Padahal in my opinion, emang xl lebih murah. Sekarang gua tinggal nunggu aksi im3 aja. Kalau gak ngelawan lagi, apalagi kalo sampe xl nurunin tarif gprs-nya, gua bakal pindah operator aja dah.

Indomie dan Gita Gutawa

Maret 6, 2008

Kayaknya gua ketagihan indomie nih. Dalam tiga hari aja gua udah menghabiskan empat bungkus mie dari dan bagi Indonesia itu.
Apakah ini berkaitan dengan kecintaan gua pada Gita Gutawa? (oh iya, kalau ini sejak pulang dari Latihan Kepemimpinan Manajemen Organisasi yang diselenggarakan HIMTRI. Selama separuh perjalanan yang diputer lagu” GitGut tercinta..hahaha.)

Namun kalau ditelisik, mungkin momen yang benar” mempengaruhi adalah ketika masa-masa Nationwide English Olympics, di kosan Hengky. Gua dua kali nemenin dia makan i**omie, sedangkan gua makan roti bakar dengan topping salah satu kombinasi rasa terbaik yang pernah ditemukan di muka bumi : Coklat Keju.

Pemikiran gua saat itu adalah: alangkah ruginya beli I**omie, sedang bikin sendiri gampang dan murah bangeetss (kata” andalan pengguna im3 untuk menyampaikan pesan propaganda anti xl). Dan gua mengagumi pikiran jenius gua itu..ahaha.

Hasilnya ketika perut kosong dalam hidup yang nyaman di rumah , satu yang kuingat: I**omie…seleraku!

Oh iya, gua jadi ingat bahwa sebelum EMPAT bungkus yang ini, beberapa hari sebelumnya gua menghabiskan LIMA bungkus dalam 3 hari.

Ampun dah i**omie..nagih banget. Gita Gutawa, I Love You..ahaha.

Btw, gua juga lagi tergila-gila vbaca novel Sidney Sheldon. Awalnya karena baca ulang Stranger In The Mirror, terus  sekarang baca Bloodline. Akhirnya kemarin beli Rage Of Angels.  Karya beliau memang luar biasa. Sampai sekarang sih masih jadi penulis fiksi terhebat versi gua.

Kemaren siang ikut workshop au,TOCAD. Ternyata seru juga. Jadi pengen install buat coba” di rumah, supaya gak kejadian kayak vb (visual basic) pas semester 1: Menginstall dan belajar di rumah sehari sebelum UTP. Buset dah. Hasilnya? No, ini bukan film. Meskipun kegantengan gua melebihi aktor” di muka bumi (ditimpuk sendal).
Ini adalah kehidupan, siapa berusaha maka ia memperbesar kemungkinannya untuk berhasil. Sedangkan tindakan gua berujung kesuraman.

Malemnya gua meracik minuman yang pokoke maknyus. Ene**en rasa kacang hijau dicampur kopi tora**ka duo susu. Mungkin tidak lama lagi mereka akan berkolaborasi dan mengeluarkan produk baru: Toraene KoSuCangJo. Maka jadilah bagian dari orang” yang kreatif dan berinisiatif dengan mencoba duluan. Selamat menikmati.

Ringkasan Peristiwa Aktual

Februari 7, 2008

Ringkasan peristiwa teraktual yang dialami bocahpemimpi

Senin

Mempraktikkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia : gotong royong, dengan bersama-sama penumpang lain mendorong metromini yang mogok di tanjakan. Pemanasan yang baik satu jam sebelum ujian akhir. Pulang” potong rambut yang gagal dengan sukses. Tapi setelah diliat” oke juga sih. Ahaha.

Selasa

Hari terakhir ujian. Setelah menghabiskan waktu di Emporium, secara dadakan bocah ikut mengantar teman bocah ke bandara untuk pulang ke Stabat. Balik dari bandara secara (lagi-lagi) dadakan menghabiskan waktu di pantai Ancol, mengadakan ‘kumpul bocah’ di Le’Bridge. Hari yang menyenangkan.

Rabu

Menghabiskan hari raya imlek dengan mendekam di kamar, membaca buku ‘Hukum Islam’ karangan Prof H. Muhammad Daud Ali,SH. Buku ini peninggalan kakak bocah, yang sempat menimba ilmu di Fakultas Hukum sebuah universitas swasta di Jakarta. Buku yang sangat menarik.

Nationwide English Olympics

Februari 7, 2008

Nationwide English Olympics

Personality-Intelligence

Januari 29, 2008

Click to view my Personality Profile page

Tadi saya window shopping ke youtube (bener gak sih window shopping?), mencari video tentang Pak Harto. Setelah browse ke sana-sini dan terkesima menonton video pidato-pidato Bung Karno, saya tertarik untuk mengklik sebuah video tentang berita kerusuhan 1998 versi Cina (ga tau juga sih, tapi bahasa pengantarnya mandarin).

Namun ketika menunggu proses buffering, saya justru lebih tertarik pada comment-comment yang terlampir. Rupanya sudah terjadi semacam pertengkaran akibat video ini. Intinya tentang cina-pribumi (saya sebenarnya sama sekali tidak menyukai penggunaan istilah ini). Banyak post-post yang bernada kebencian dan serangan satu sama lain. Penyerang-penyerang ‘pribumi’ mengungkap kejelekan-kejelekan koruptor ‘cina’ (antara lain Edi Tansil), majikan ‘cina’ yang sewenang-wenang (a.l. Pimpinan Adidas Indonesia),bahkan sampai serangan terhadap NEGARA Cina sebagai bangsa komunis dan makian-makian kasar. Pernyataan-pernyataan yang BODOH dan salah sasaran,pikir saya. Penyerang-penyerang ‘cina’ menggunakan dalih-dalih yang SAMA BODOHnya. Entah ‘cina’ yang turut berjasa memajukan ekonomi Indonesia lah,’cina’ yang berprestasi untuk bangsa ini lah, dan makian-makian yang sama kasar. Memang banyak pula yang mengambil sikap netral dan mencoba mendamaikan, namun kalah dari para agresor.

Saya, sebagai yang mungkin mereka kelompokkan sebagai ‘cina’ muak dengan arogansi dan pemikiran mereka,baik yang ‘pribumi’ maupun yang ‘cina’. Rupanya isu ini memang masih sangat jauh dari lenyap.

Harusnya saya tidak naif. Saya teringat sebuah peristiwa.Beberapa minggu lalu, saya diceritakan hal yang juga tak kalah miris dari koordinator tim publikasi sebuah kompetisi yang digelar organisasi kampus (tim yang saya juga termasuk di dalamnya) . Dua anggota tim kami mendatangi sebuah SMA untuk menyampaikan undangan.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sopan dan halus tutur katanya. Namun bagaimanakah hangatnya tanggapan dari guru yang ditemui? “Dari ……..? males ah, kan banyak cinanya.”

Universitas kami memang cukup diketahui publik sebagai ‘kampus cina’, selain kampus komputer.

Namun, begitukah kira-kira isi pikiran dari inidividu yang mengaku guru? Individu yang bertanggung jawab mendidik ratusan muda-mudi Indonesia tiap tahunnya?

Saya kecewa cukup dalam. Miris juga apa yang dialami bangsa kita. Apa guru itu perlu belajar lagi, apa sejatinya yang dimaksud BANGSA INDONESIA oleh proklamator kita?

Saya pribadi (mungkin karena terbiasa dengan budaya Indonesia) cukup legowo. Oke, mungkin masih jauh impian saya untuk menjadikan Cina di Indonesia dipandang sebagai suku, sama dengan Jawa,Batak,Sunda,Bugis,Aceh,Papua, dan sebagainya. Namun, kata-kata seorang yang menyebut profesinya guru membuat hati saya miris.

“Hanya kaum mayoritas berpikiran besar yang mendiskriminasikan kaum minoritas, namun kaum minoritas yang mendiskriminasikan kaum mayoritas adalah bodoh sebodoh-bodohnya”, begitulah yang saya yakini. Namun kenyataannya?Aih,ironis. Masih banyak ‘cina’ imbisil di luar sana, masih banyak ‘pribumi’ berpikiran kecil di jengkal-jengkal tanah air Indonesia.

Sekian. Maaf kalau kurang berkenan.

Update :

Ternyata hari berkabung nasional yang berlangsung sekarang ini ada peraturan pemerintahnya,keluar tahun 1990 (Sudahkah anda memasang bendera setengah tiang hari ini?)

Memaknai Wafatnya Pak Harto

Januari 28, 2008

Siang hari kira-kira pukul 2, saya mendapat kabar bahwa Bapak H.M Soeharto telah wafat. Cukup terkejut juga, karena terakhir saya tahu bahwa kondisi beliau sudah membaik. Namun yang menjadi perhatian saya, apakah makna dari wafat beliau?

Saya cukup shock mengetahui pemerintah menetapkan hari berkabung nasional selama satu minggu . Apakah ini perlu? Sebenarnya bagaimana konteks hari berkabung ini? Apakah menjadi hari libur, dan kalau tidak lantas untuk apa? Supaya seluruh masyarakat Indonesia bersedih dan wajahnya berkerut selama satu minggu? Rasanya hari berkabung ini menjadi suatu yang berlebihan. Bukan berarti saya anti-Suharto. Meskipun saya sepenuhnya berharap kasus beliau segera dituntaskan, namun saya menghargai semua jasa yang ia torehkan bagi bangsa Indonesia.

Mengapa kasus ini perlu dituntaskan? Karena Indonesia negara hukum. Karena keadilan dan kebenaran harus ditegakkan. Karena merupaan tujuan reformasi . Karena masih banyak orang-orang yang menikmati kekuasaan dan kekayaan orde baru hidup bebas.

Indonesia memang perlu untuk menjadi bangsa pemaaf, namun tidak boleh menjadi bangsa yang bodoh.

Selamat jalan Pak Harto! Jasa anda pasti terkenang, namun dosa anda harus diungkap. Untuk Indonesia, hari ini dan seterusnya.

Semoga eyang diterima di sisi-Nya.

Amin