Bakti Sosial, Nelayan, dan Hari Buruh (bagian I)

Mei 3, 2008

Tadi survey tempat buat charity di kamal muara. Nyarinya sempet nyasar”, soalnya patokannya dekat stadion kamal..tapi ternyata masih lumayan juga. Tepatnya dekat pelelangan ikan. Jadinya baru sampai sana sekitar 9.30. Tempat yang kami survey adalah TK (tepatnya Kelompok Bermain) Sumbangsih.

Begitu sampai kami memperkenalkan diri, lalu ngobrol” dengan Pak Syamsudin, yang bersama istrinya– Ibu Indah–mendirikan Kelompok Bermain (KB) tersebut. Kita berbincang soal kondisi sekolah, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Asyik juga, tanya” dan cerita” sekitar satu jam sambil memperhatikan kegiatan belajar mengajar dari luar. Meskipun rada mengantuk (menurut penilaian gua), tapi beliau tetap cukup bersemangat meladeni kami.

Pak Syam–yang merupakan RT di daerah tersebut dan sehari” bekerja sebagai nelayan–karena keadaan yang sulit ternyata aktif pula dalam pergerakan memperjuangkan kepentingan kaum nelayan. Antara lain menentang reklamasi pantai, yang sampai sekarang belum diterima dan bahkan sudah sempat dilakukan pemerintah. Ia menuturkan bahwa ia bersama rekan” telah melakukan demonstrasi ke DPRD hingga DPR, namun tetap tidak digubris. Sekarang ini mereka juga masih mengajukan audensi ke Dewan Kelautan dan Perikanan serta Pertamina mengenai masalah solar, namun toh belum ditanggapi juga. “Kalau gak ditanggepin terus, ya terpaksa kita bergerak,” katanya.

Mengenai reklamasi pantai, mereka (dan kita) sangat pantas untuk menolak program pemerintah itu. Bayangkan saja, mungkin laut menghidupi 99% keluarga di kawasan sekitarnya (baik sebagai nelayan atau pedagang). Laut juga merupakan kekayaan Indonesia sebagai negara maritim. Dan, sebagai awam, gua berhipotesis bahwa reklamasi pantai akan semakin mempercepat banjir, baik di kawasan tersebut, Jakarta, bahkan Jawa. Sekarang saja dalam satu bulan kawasan KB Sumbangsih hampir rutin mengalami dua kali pasang, dan sekali pasang berlangsung sekitar seminggu. Bayangkan yang terjadi selanjutnya. Bingung deh kalau kita memikirkan kebijakan” pemerintah pusat maupun daerah. Dalam kasus” di atas misalnya, semua kebijakan seolah semakin menyudutkan profesi nelayan.

Bersambung…

Satu Tanggapan to “Bakti Sosial, Nelayan, dan Hari Buruh (bagian I)”

  1. Muhammad Gilang pandeka Says:

    Mana hari buruhnya??????
    Hehhehehe….
    Bili bener, bensin mau naik lagi….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: