Seminar Penulisan dan Empat Upil

Juni 5, 2008

Tadi pagi gua ikut seminar yang digelar Binus Enterpreneurship Center. Pembicaranya Hikmat Kurnia – pimpinan AgroMedia, Pak Yayan – pimpinan MediaKita, Windy Ariestanty – pimpinan GagasMedia, dan Taufik Hidayat (bukan..bukan pemain bulutangkis!) penulis “Cara Mudah Meraup Dolar Lewat Internet”.

Ternyata Taufik Hidayat yang penulis ini tanggal lahirnya sama dengan Taufik Hidayat menantu Mang Agum GUmelar! Cuma beda tahun lahirnya, yang mana fakta ini membuat Pak Taufik sang penulis yang juga dosen di sebuah perguruan tinggi di Jawa Tengah berani mengeluarkan statement bahwa si Taufik yang lebih muda adalah fans-nya.

Gua jadi inget Pak Taufik dosen bahasa inggris gua semester 1…iya, yang suka bilang ‘Bahasa Inggris itu menarik…bagi yang tertarik’. Ya, ya, ya. Saya pun bisa bilang bahwa ‘Upil itu menarik..bagi yang tertarik.’ Kali” aja dengan itu kaum pencinta upil yang semulanya menyimpan ketertarikannya dengan bergerilya menjadi lebih terbuka dan terang”an. Suatu hari nanti mereka akan melakukan demonstrasi menuntut persamaan hak. “Sahkan pernikahan manusia dengan upil!” “Upil juga punya perasaan!”

Acara reality show di televisi juga akan semakin beragam. Program ‘Lemon Tea-Asam manis cinta’ akan menjadi ‘Upil-Gejolak rasa yang tiada duanya’. Tukul Arwana alih” membaawakan acara Empat Mata akan memandu acara Empat Upil dan gayanya yang khas berubah menjadi :

1. menarik” hidung (biar mancung)

2. menmasukkan jari telunjuk-tengah tangan kanan ke lubang hidung

3. Mengarahkan jari” yang tadi dipakai mengupil ke arah penonton

4. Menyentilkan ‘upil yang menarik bagi yang tertarik’ ke arah penonton. (Penonton tertawa” kegirangan ketika upil bersarang di wajahnya).

Ya, ya, ya. Hal tersebut sangat mungkin terjadi. Ketika penonton sudah mulai bosan tertawa” diejek oleh Tukul, maka disentilkan upil Tukul menjadi ide yang fresh dan breakthru.

Oke, kita lari terlalu jauh (walaupun dari tadi gua duduk depan komp doang sih..).

Seminar tadi cukup seru, semua pembicara berbagi pengalaman dan saran”nya yang menurut gua sangat bermanfaat. Salah satu pandangan yang gua tangkap bahwa buku adalah produk industri. Jadi kalau ingin buku Anda memiliki nilai jual, dalam proses kreatif perlakukan buku sebagai barang yang ingin diperdagangkan. Semoga saja gua bisa mengolaborasikan pandangan ini dengan tetap mempertahankan idealisme gua memperlakukan buku sebagai produk budaya.

Mbak Windy Ariestanty juga terlihat sangat cantik, smart, fresh, dan ramah. Mbak, I Love You..hahaha.

Selesai seminar gua mendaftar pelatihan speed reading dan creatie writing. Insya Allah bisa bermanfaat deh. Amin.

Satu Tanggapan to “Seminar Penulisan dan Empat Upil”

  1. kabarmadura Says:

    salam semangat
    thank for sharing


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: