Anugerah-Togel-Surat Cinta

Juni 21, 2008

Gua mau ikutan sayembara penulisan Anugerah Herawati Diah nih. Bukan,bukan. Tidak ada anu seorang pun yang perlu dibuat gerah dalam sayembara ini. Kesempatan dibuka untuk tulisan berkaitan dengan lingkungan dan budaya. Kriterianya yaitu inspiratif, menawarkan solusi, dan pastinya menggunakan struktur dan tata bahasa Indonesia yang baik. Oke kan? Ini dia sayembara yang mantap. Ikutan nyok!!! Wokeeeh?

Saya sedang terpukul nih. Terguncang. Shock. Dua UAS yang telah berlalu (Pengantar Elektronika-Tenaga Listrik dan Perancangan Elemen Mesin) sungguh” menyayat hati. Padahal pas ujian PETL tanggal 19 entuh, gua udah bersemedi dulu. Nge-voor 30 menit. Kan seperti quote Henry Ford (seinget gua sih) “Kalau saya diberi waktu enam jam untuk menggergaji pohon, saya akan menggunakan lima jam untuk mengasah gergaji saya”. Dan gua mengikuti saran Bapak pengusaha yang dahsyat onoh. Tapi mengapa gua GAGAL!!?? Apa yang salah Babeh Henry??? Apakah seharusnya gua masuk setelah 5/6 * 100 menit = 83,33 menit??? Aye kepengen banget nurutin nasehatnya babeh, tapi kalo begitu caranye sih aye kagak boleh masuk beh!!! Huhuhuhu. Babeeeeeh!!!

Ya, ujian elektro itu gua lalui dengan merana tapi tidak gundah gulana. Baik soal teori ataupun hitungan gua hajar dengan nestapa. Namun tidak cukup dengan ketidak-bisaan ituh, masa ujian juga diisi komunikasi yang membuat diri ini bermuram durja tapi juga cerah ceria (karena masa depan yang menjanjikan (?))

Gua : (nengok diagonal ke kanan belakang) Mer, tip-ex

hening..tidak ada jawaban

Gua : tip-exxx

Mercy: (membalik kertas lalu berbisik” asik) 110

Gua : (cengok)

lalu Saudara Hilman membantu dengan bergumam ke arah Mercy “tip-ex”

Lantas diberikanlah tip-ex itu kepada saya.

Tidak lama Bapak Pengawas Ujian yang Muda nan Tampan lagi Rupawan serta Menggairahkan Gadis Kesepian menghampiri. Dia tersenyum. Aku balas tersenyum. Lalu terucap kata-kata mesra “Lain kali jangan pinjam-pinjam lagi ya” Kubalas tatapnya. Sambil tersipu. Malu. Mau. Tapi Ragu.(jadi kayak cerpen di tabloid remaja..) “Iya, Pak” lalu kusunggingkan senyumku.

Yang membuat gua merenung adalah ‘Apakah pemasang togel adalah jalan hidupku?’ ‘Dan apakah saudari Mercyana itu jalan hidupnya adalah dukun togel?’ Tuhan memberi petunjuk melalui peristiwa siang itu. Mercy, yang mau saya pinjam tip-exnya, malah menawarkan jasa memberi angka. Buat Anda bandar, agen dan pemasang togel yang belum terjaring POLRI, berapakah angka yang tembus pada tanggal 19 Juni 2008? Saya tunggu jawabannya yaa. Jawaban Anda sangat menentukan hidup dua insan manusia. Deal?

Lanjut ke ujian PEM tanggal 20. Ujiannya open book lhooo!! Cihui kan? Memang terdengar seperti itu. Tapi hasilnya? Sepanjang ujian gua cuma cengar-cengir dan mesem-mesem. Mbak Pengawasnya aja terlihat seperti kebingungan melihat gua. Soalnya 4, waktu 100 menit. Waktu tersebut lebih banyak gua isi dengan memantau dan mengamati anak” lain yang terlihat sangat asyik menghadapi lembar jawaban, dibanding kerja. Ini juga yang membuat gua pasrah dan berserah. Sampai akhirnya 10 menit terakhir gua tulislah jawaban yang menjadi kunci dari segalanya. Jawaban yang dapat menyelamatkan umat manusia. Jawaban ke-5!! dari 4 soal!! ya, jawaban kelima adalah surat cinta untuk Bapak dosen Bernardus Bandriyana. Isinya? Rahasia lah..namanya juga surat cinta. Gini-gini kan kita juga butuh privasi! Hehehe

Anehnya, seusai keluar ruangan ujian gua malah jadi bersemangat dan senyum-senyum kegirangan. Sedikit lompat-lompat kayak orang kesetanan (emang iya ya orang kalo kesetanan lompat”? kevampiran atau kepocongan kali ya….) . Apakah alam bawah sadar ini mendorong gua untuk berpura-pura bisa? Supaya gua bisa menjalin persaudaraan dengan Lius, yang dirinya bersikap seakan-akan bisa? Hanya Tuhan yang tahu. Setelah berhuru-hara, gua bareng Gilang dan David ‘bandar’ pun menuju smoking room menghampiri anak PAD seperti Lius, Kris, dan senior anak 2003 yang ngulang. Lalu langsung pindah ke basement. Di sanalah pernyataan persaudaraan antara gua, dan Lius,… dilangsungkan. Hahai

Sorenya jam stgh 5 anak” pada nge-DOT a di empo dekas (depan kampus syahdan…what a name!!! haha). Gua tengak-tengok bentar. Tapi ga tertarik. Laper..terus makan dulu deh di Rumah Makan Padang dengan menu yang biasa gua makan saat krisis (I’ll write about this later). Mau nyamperin Ian di kosan, sebelumnya sms dulu. Tapi ga dibales”. Batal dah ngadu WE dan kongkow” serta belajar…haha, belajarnya ditulis terakhir. Baru hari ini gua tau kalo ternyata Ianlage ada di kos, tapi ga ada pulsa. Kelar makan, gua makhluk yang malas pulang dan seperti tak berrumah ini pun menuju kampus Syahdan. Denger lagu sambil baca” pengetahuan bahan. Dahsyat kan? Entah kesambet apa gua waktu itu…Hehehe. Menjelang jam 6 gua ke empo lagi, kirain anak” dah slese maen. Ternyata semua masih pada kesetanan. Maka gua pun duduk barang 5-10 menit dan meninggalkan mereka semua. Melintasi gelap malam, dan kericuhan jalanan.

Tam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: